Kajian Teologis Kegagalan Pendangan Umum Yang Mengusung Yohanes Pembaptis Sebagai Mesias

Authors

  • Feri Dolf Djami Hae Universitas Advent Indonesia
  • B.D Nainggolan
  • Stimson Hutagalung
  • Rolyana Ferinia

DOI:

https://doi.org/10.54765/ejurnalkadesi.v4i1.14

Keywords:

Whom do men say, Mesiah, Petra

Abstract

Jesus asked his disciples, saying, “Whom do men say that I the Son of man am?” (Matt. 16:13, Mark. 8:27), then John the Baptist was the top answer, followed by Elijah, Jeremiah. This study uses a biblical study of the meaning of the whom do men say (general opinion) by using a qualitative writing method that is studied by biblical exegesis supported by various sources related to this research. Here it is found that public opinion greatly influences one's personal belief and confession of their faith in Jesus Christ. There is a meaning behind the rejection of Jesus' messiahship by carrying the popular John the Baptist figure. Perhaps if he announced himself as the Messiah, and waged a rebellion against the Roman empire which was colonizing Israelit at that time, it would be inconceivable if that happened. Researchers found the answer that the importance of personal spiritual experience closely with God between times when the truth became unpopular. By adhering to the Word of God, the Church of God can stand firm which is built on a solid rock foundation (Petra), namely Jesus Himself.

References

A. Roy Eckardt. Menggali Ulang Yesus Sejarah: Kristologi Masa Kini. Jakarta: Gunung Mulia, 2006.

Mac Aditiawarman. Hoax Dan Hate Speech Di Dunia Maya. Bandung: Lembaga Kajian Aset Budaya Indonesia, 2019.

Aliyanto, Deky Nofa. “Kajian Biblika Yesus Kristus Saksi Yang Setia Dalam Wahyu 1: 5 Serta Relevansinya Bagi Gereja Abad 1.” FIDEI: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika 1, no. 1 (2018): 92–114.

Anne de Vries. Cerita-Cerita Alkitab Perjanjian Baru. Jakarta: Gunung Mulia,

Anton Wassels. Memandang Yesus. Jakarta: Gunung Mulia, 2001.

Barclay M. Newman, Philip C. Stine. Pedoman Penafsiran Alkitab Injil Matius. II. Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia, 2008.

Barus, Armand. “Kepemimpinan Yohanes Pembaptis.” Veritas: Jurnal Teologi dan Pelayanan 3, no. 1 (2002): 73–81.

Christian, Firman, and Robi Panggarra. “Makna Kata Ekklesia Berdasarkan Matius 16:18 Dan Implementasinya Dalam Kehidupan Orang Percaya Masa Kini.” Jurnal Jaffray 9, no. 2 (2011): 90.

Dag Heward-Mills. Bagaimana Anda Dapat Memberitakan Kabar Keselamatan. London: Parchment House, 2018.

Darmadi, Daud. “Memahami Teologi Yohanes Tentang Akhir Zaman.” KALUTEROS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 1, no. 1 (2019): 21–33. http://e-journal.sttaw.ac.id/index.php/kaluteros/article/view/3.

Dictionary, Cultural, and Craig L Blomberg. “INTERPRETASI MAKNA PENGAKUAN PETRUS MATIUS 16:13-20 Wilson Rantung, M.Th (Sekolah Tinggi Theologi Indonesia)” 20 (1992): 13–20.

Donald Guthrie. “Tafsiran Alkitab Masa Kini.” In Ayub-Maleakhi, hlm. 126. BPK Gunung Mulia, 1980.

Ellen G. White. Kerinduan Segala Zaman: Seri Alfa Dan Omega Jilid 5. Bandung: Indonesia Publishing House, 1999.

———. SDA Bible Commentary Vol. 5. Washington DC: ellen G. whute Estate Inc., 2017.

Franky Mewengkang. Baptisan Adalah Perintah. Yogyakarta: ANDI, 2019.

Hermanius F. Mandaru. Daya Pikat Dan Daya Ubah Cerita Alkitab. Depok: Kanisius, 2019.

J.J. de Heer. Tafsiran Alkitab: Injil Matius Pasal 1-22. Jakarta: Gunung Mulia, 2008.

Jacob Van Broggen. Kristus Di Bumi: Penurutan Kehidupan-Nya Oleh Murid-Murid Dan Oleh Penulis-Penulis Sezaman. Jakarta: Gunung Mulia, 2004.

Jimmy Oentoro. Gereja Impian: Menjadi Gereja Yang Berpengaruh. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2010.

John Drane. Memahai Perjanjian Baru: Pengantar Histori - Teologi. Jakarta: Gunung Mulia, 2005.

Jurnal, Bonafide, Pendidikan Kristen, Terhadap Pandangan Adopsionisme, and Hendrik Yufengkri Sanda. “TINJAUAN TEOLOGI SISTEMATIS-APOLOGETIS MENGENAI KETUHANAN YESUS Itu Adalah Sesuatu Yang Paradoksal? Yang Dalam Terminus Teknikusnya Dikenal Dengan” 1 (2020): 144–164.

Kaligis, Fergindo Reza, and Ridwanta Manogu. “Analisis Teologis Konsep Pembenaran Berdasarkan Pengakuan Iman Westminster Dan Katekismus Heidelberg [A Theological Analysis of the Concept of Justification Based on the Westminster Confession of Faith and the Heidelberg Catechism].” Diligentia: Journal of Theology and Christian Education 2, no. 1 (2020): 102.

M.H. Bolkestein. Kerajaan Yang Terselubung. Jakarta: Gunung Mulia, 2004.

Michael Baigent, Richard Leigh, Henry Lincoln. The Messianic Legacy. Jakarta: Ufuk Publish House, 2007.

Nico ter Linden. Cerita Itu Berlanjut ...2 : Cara Baru Membaca Injil Markus Dan Matius. Jakarta: Gunung Mulia, 2008.

Perjumpaan, Mengalami, and Dengan Tuhan. “Adrianus Pasasa” (n.d.): 49–81.

Rey, Kevin T. “Konsep Yesus Anak Allah: Suatu Apologetika Terhadap Pandangan ‘Allah Tidak Beranak Dan Tidak Diperanakkan.’” Antusias: Jurnal Teologi dan Pelayanan 2, no. 3 (2013): 166–195. https://www.sttintheos.ac.id/e-journal/index.php/antusias/article/view/56.

Stimson Hutagalung. Musik Dan Ibadah. Medan: Yayasan Kita Menulis, 2021.

———. Strategi Pelayanan Dan Penginjilan. Medan: Yayasan Kita Menulis, 2021.

Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitati Dan Kombinasi: Mixed Methods. Bandung: Alfabeta, 2012.

Susanto, Heri. “Yesus Sebagai Anak Allah Menurut Injil Matius Dan Implementasinya Dalam Berapologetika.” Logia 1, no. 1 (2020): 78–95.

Thomas Hwang. Empat Injil & Amanat Agung. Korea: AMI Publication, 2020.

Tinggi, Sekolah, and Teologi Biblika. “Johanes Witoro *” 5, no. 2 (2020): 3–11.

Wendy Sepmady Hutahaean. Kepemimpinan Transformatif Yesus. Malang: Alhimedia Press, 2021.

Willam Barclay. Pemahaman Alkitab Setiap Hari: Injil Yohanes Pasal 1-7. Jakarta: Gunung Mulia, 2008.

William A. Dyrness. Agar Bumi Bersukacita: Misi Holistik Dalam Teologi Alkitab. Jakarta: Gunung Mulia, 2004.

Witness Lee. Iblis. Jakarta: Yasperin, 2020.

Witnnes Lee. Kristus Adalah Batu Karang Gereja. Jakarta: Yasperin, 2019.

Downloads

Published

2021-12-06

Issue

Section

Articles